NILAI BUDAYA LAGU PENGIRING SENI PERTUNJUKAN SINTREN
Abstract
Seni pertunjukan Sintren sudah banyak ditinggalkan oleh masyarakat, bahkan di wilayah seni pertunjukan Sintren itu sendiri tercipta. Salah satu kearifan lokal yang dianggap sudah ketinggalan zaman ini hampir dikatakan punah, karena jarang ditemukan di masyarakat. Mereka beranggapan, seni pertujukan Sintren sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman, sehingga generasi muda lebih tertarik dengan budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia dengan bebas. Padahal, banyak nilai-nilai yang terkandung dalam seni pertunjukan Sintren, termasuk pada lagu pengiringnya. Nilai-nilai tersebut dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Oleh karena itu, penelitian tentang seni pertunjukan Sintren perlu dilakukan sebagai upaya untuk melestarikan kearifan lokal yang sudah mulai kehilangan eksistensinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam lagu pengiring seni pertunjukan Sintren. Metode yang digunakan adalah etnografi dengan pendekatan kualitatif. Terdapat 28 lagu pengiring seni pertunjukan Sintren yang kemudian analisis mengenai nilai-nilai budayanya, lalu ditemukan 7 lagu yang memiliki nilai budaya. Hasil dari analisis data yang dilakukan, menunjukkan bahwa terdapat 3 nilai budaya di dalam lagu pengiring seni pertunjukan Sintren, yaitu nilai religi, nilai kemanusiaan, dan nilai sejarah. Nilai budaya tersebut dapat diaplikasikan dalam kehidupan di masyarakat kita sehari-hari. Lagu pengiring seni pertunjukan Sintren juga dapat dijadikan sebagai bahan ajar untuk materi puisi di sekolah.