RESPONS SISWA TERHADAP ASESMEN DIAGNOSTIK PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
Abstract
Asesmen diagnostik digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan siswa dalam proses pembelajaran. Namun, manfaat asesmen diagnostik belum banyak diketahui siswa sehingga mereka cenderung mengabaikannya. Tujuan penelitian ini adalah memotret respons siswa terhadap asesmen diagnostik pada pembelajaran Bahasa Indonesia serta mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi persepsi siswa terhadap asesmen ini. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif yang menggunakan angket sebagai instrumen utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada respons positif dari sebagian besar siswa merasa asesmen diagnostik membantu mereka memahami area yang perlu diperbaiki, meskipun beberapa siswa merasa terbebani. Selain itu, penelitian menemukan bahwa siswa yang menerima umpan balik konstruktif dari guru lebih termotivasi untuk memperbaiki hasil belajar. Faktor lain yang memengaruhi respons siswa termasuk pemahaman mereka terhadap fungsi asesmen diagnostik, kualitas umpan balik yang diberikan guru, serta bagaimana guru menyampaikan hasil asesmen. Penelitian ini menyarankan agar guru memberikan penjelasan lebih mendalam mengenai manfaat asesmen diagnostik serta memperhatikan penyampaian hasil secara bijaksana dan empatik. Implikasi dari penelitian ini adalah penting bagi guru dalam menyusun strategi asesmen yang lebih efektif, termasuk pemberian umpan balik yang konstruktif dan pemberdayaan siswa dalam memahami hasil asesmen.