Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Berbudaya Banten Pada Tema 2 di Kelas 5 Sekolah Dasar

  • Ihda Fahyarulwaro Sarta
  • Sri Wuryastuti
Keywords: Perangkat Pembelajaran, IPA, Kearifan Lokal

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengambangkan perangkat pembelajaran berbasis budaya Banten. Seperti yang diamanatkan oleh kurikulum 2013 mengenalkan nilai-nilai budaya dapat membentuk karakteristik pada pesera didik. IPA merupakan konsep pembelajaran alam dan mempunyai hubungan yang sangat luas terkait dengan kehidupan manusia dengan alam. pembelajaran IPA sangat berperan dalam proses pendidikan dan juga perkembangan teknologi pembelajaran IPA diharapkan bisa menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar serta pengembangan lebih lanjut pada penerapan dalam kehidupan sehari-hari.Peneliti menggunakan Budaya suku Baduy dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang akan disatupadukan pada pembelajaran tematik yaitu tema 2 udara bersih bagi kesehatan dan subtema 2 pentingnya udara bersih bagi pernapasan pada pembelajaran 1 di kelas 5. Metode penelitian dan pengembangan atau Research and Development (RnD) ini berpedoman pada model ADDIE yang menggunkan 5 tahapan yaitu : analyze, design, development, implementation, dan evaluation. Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini merupakan Rencana Pelaksanaan Pembekajaran (RPP) yang terdiri dari Bahan Ajar, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan Intrumen Tes (Kisi-Kisi, Soal-Soal Tes, Pedoman Penskoran, dan Kunci Jawaban). Subjek dalam penelitian ini merupakan siswa kelas 5 SDN Buah Gede yang berjumlah 14 siswa. Data kualitatif pada penelitian ini diperoleh dari hasil observasi dan wawancara. Adapun kelayakan produk yang dikembangkan melalui validasi oleh ahli materi dan ahli evaluasi. Hasil validasi RPP, Bahan Ajar, LKPD mendapatakan presentase 85,01-100,00% dan Intrument Tes mendapatkan presentase pada komponen materi soal dengan skor 90% (Sangat Valid), komponen bentuk assessment dengan skor 91% (Sangat Valid) dan komponen Bahasa yang digunakan 75% (Cukup Valid). Dalam hal ini validitas produk yang dikembangkan layak untuk digunakan.

 

Published
2022-11-17