IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM CERITA LAYANGAN PUTUS OLEH MOMMI ASF (KAJIAN PRAGMATIK)

  • Nauval Fitriah Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung
Keywords: implikatur, prinsip kerja sama, maksim

Abstract

Akhir-akhir ini, beredar cerita layangan putus di internet. Cerita layangan putus dikenal sebagai cerita dari pengalaman pribadi si penulis sendiri yaitu sebuah akun media sosial dengan nama pengguna Mommy Asf. Dia menceritakan kisah pribadinya dalam tuturan dengan bentuk narasi yang baik sehingga banyak warganet yang tertarik untuk membacanya. Dalam prinsip kerja sama Paul Grice mengemukakan bahwa dalam berkomunikasi, agar pesan dalam tuturan dapat sampai dengan baik kepada mitra tutur perlu mempertimbangkan empat maksim, yaitu kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara. Jika salah satu dari empat maksim tidak dipenuhi maka menghasilkan implikatur. Penelitian yang berjudul “Implikatur Percakapan dalam cerita layangan putus oleh Mommy Asf” bertujuan untuk mengidentifikasi pelanggaran maksim-maksim dalam prinsip kerjasama Paul Grice sehingga menyebabkan terjadinya implikatur percakapan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif yang dijelaskan dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan melakukan observasi terhadap fenomena yang terjadi. Peneliti melakukan penyalinan teks cerita agar teks cerita dapat diakses dengan mudah yang kemudian peneliti melakukan transkripsi percakapan tokoh-tokoh di dalam cerita tersebut. Hasil penelitian menunjukkan terdapat data yang meliputi pelanggaran-pelanggaran maksim dalam prinsip kerja sama Paul Grice sehingga menyebabkan terjadinya implikatur percakapan.

Published
2020-05-19
How to Cite
Nauval Fitriah. (2020). IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM CERITA LAYANGAN PUTUS OLEH MOMMI ASF (KAJIAN PRAGMATIK). Seminar Internasional Riksa Bahasa. Retrieved from http://proceedings2.upi.edu/index.php/riksabahasa/article/view/931