PEMAKAIAN RAGAM BAHASA PRIA (DANSEIGO) OLEH WANITA DALAM LINGKUNGAN KELUARGA PADA SITUASI MARAH

  • Muhammad Peri Syaprizal Sekolah Pascasarjana Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia
  • Dedi Sutedi Sekolah Pascasarjana Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia
Keywords: Bahasa Pria (Danseigo), Bahasa Wanita (Joseigo), Marah, Keluarga, Maskulinitas

Abstract

Dalam bahasa Jepang dikenal ragam bahasa danseigo yaitu ragam bahasa yang umumnya dipakai oleh pria dan ragam bahasa joseigo yaitu ragam bahasa yang umumnya dipakai oleh wanita. Tetapi akhir-akhir ini sering terjadi fenomena pemakaian ragam bahasa tersebut tidak sesuai dengan pemakaian yang sebenarnya. Bagi pembelajara bahasa Jepang hal ini menyebabkan kerancuan dalam berbahasa Jepang serta kebingungan dalam pemakaian ragam bahasa tersebut. Hal ini menarik perhatian peneliti untuk melakukan penelitian ini, yaitu pemakaian ragam bahasa danseigo yang digunakan oleh wanita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara umum alasan yang membuat wanita menggunakan ragam bahasa danseigo yang dibatasi pada situasi marah dalam lingkungan keluarga. Data diambil menggunakan metode deskriptif dan dengan mengambil data dari Drama dan Film berbahasa Jepang, dengan tahapan pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis. Hasil penelitian mengenai analisis pemakaian ragam bahasa pria (danseigo) yang digunakan oleh perempuan pada situasi marah terjadi karena alasan ketegasan, ungkapan rasa kekesalan, menonjolkan maskulinitas, menunjukkan posisi yang kuat, mengambil perhatian lawan bicara dan kedekatan hubungan dalam keluarga.

Published
2020-05-19
How to Cite
Muhammad Peri Syaprizal, & Dedi Sutedi. (2020). PEMAKAIAN RAGAM BAHASA PRIA (DANSEIGO) OLEH WANITA DALAM LINGKUNGAN KELUARGA PADA SITUASI MARAH. Seminar Internasional Riksa Bahasa. Retrieved from http://proceedings2.upi.edu/index.php/riksabahasa/article/view/925