PEMBELAJARAN SASTRA BERBASIS KARAKTER

  • Rosma Kadir Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Negeri Gorontalo, Kota Gorontalo, Indonesia
  • Jafar Lantowa Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Negeri Gorontalo, Kota Gorontalo, Indonesia
Keywords: Pembelajaran, Sastra, Karakter

Abstract

Pembelajaran sastra menjadi sarana dalam pembentukan karakter siswa. Hal ini sesuai dengan harapan kurikulum 2013 yang lebih mengedepankan aspek sikap dalam pembentukan karakter siswa.Pembelajaran sastra harus lebih mengutamakan pada pembentukan karakter dengan memilih karya sastra yang mengandung nilai-nilai positif yang dapat diinternalisasi dalam kepribadian siswa. Pemanfaatan karya sastra secara reseptif sebagai media pendidikan karakter dapat dilakukan dengan dua langkah yaitu: (1) pemilihan bahan ajar, dan (2) pengelolaan proses pembelajaran. Selain itu, dalam pembelajaran sastra berbasis karakter, guru harus memilih pilar-pilar karakter dengan memadukan topik-topik yang akan dibahas dalam karya sastra, misalnya, dalam pembahasan sastra akan dibicarakan tentang tema atau amanat, maka guru bisa memilih pilar, ketuhanan, tanggung jawab, kejujuran, dan sebagainya kemudian guru memadukan tema-tema karya sastra yang bernuansa pilar-pilar karakter tersebut. Demikian pula jika akan membahas unsur intrinsik yang lain atau ekstrinsik guru sudah mempunyai ancangan pilar karakter apa yang hendak ditanamkan. Dengan demikian, harapan pemerintah dalam membentuk karakter anak bangsa dapat terealisasi melalui pembelajaran sastra berbasis karakter.

Published
2020-05-22
How to Cite
Rosma Kadir, & Jafar Lantowa. (2020). PEMBELAJARAN SASTRA BERBASIS KARAKTER. Seminar Internasional Riksa Bahasa. Retrieved from http://proceedings2.upi.edu/index.php/riksabahasa/article/view/1061