FILM SINEMATIK-ORKESTRA SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BUDAYA (STUDI KASUS 'SETAN JAWA' KARYA GARIN NUGROHO)

  • Agustina Kusuma Dewi Institut Teknologi Bandung, Bandung, Indonesia
  • Yasraf Amir Piliang Institut Teknologi Bandung, Bandung, Indonesia
  • Irfansyah Institut Teknologi Bandung, Bandung, Indonesia
  • Acep Iwan Saidi Institut Teknologi Bandung, Bandung, Indonesia
Keywords: Film Setan Jawa, Identitas Budaya, Film Sinematik, Sinematik-Orkestra

Abstract

Film sebagai salah satu saluran komunikasi visual berpotensi mengubah gaya interaksi sosial Indonesia melalui penyajian gambar nyata yang menawarkan pengetahuan dan pemahaman yang lebih dalam tentang budaya. Dengan pendekatan sinematik-orkestra, film 'Setan Jawa' karya Garin Nugroho mengangkat narasi lokal, sebuah mitos tentang Pesugihan Kandang Bubrah pada awal abad ke-20 di Jawa sebagai latar belakangnya. Menggunakan pendekatan studi kasus dan analisis dokumentasi, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana film sinematik-orkestra yang menggabungkan antara seni dan teknologi secara kolaboratif, menciptakan multiliterasi visual yang berpotensi sebagai media komunikasi budaya bagi pengembangan wawasan masyarakat. Dari penelitian ini, disimpulkan bahwa pemahaman bahasa visual dapat mendukung bahasa verbal dalam menyampaikan konsep diri dan konsep sistem nilai budaya untuk mengidentifikasi identitas seseorang dalam kelompok etnis tertentu pada ragam tatanan relasi hubungan global di era Revolusi Industri 4.0. Sebagai media komunikasi budaya, pada tatanan kognitif, film sinematik-orkestra berpotensi memunculkan pemahaman konseptual sekaligus juga pemahaman analitik berkaitan dengan identitas kultural.

Published
2020-05-22
How to Cite
Agustina Kusuma Dewi, Yasraf Amir Piliang, Irfansyah, & Acep Iwan Saidi. (2020). FILM SINEMATIK-ORKESTRA SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BUDAYA (STUDI KASUS ’SETAN JAWA’ KARYA GARIN NUGROHO). Seminar Internasional Riksa Bahasa. Retrieved from http://proceedings2.upi.edu/index.php/riksabahasa/article/view/1033